Akhirnya, pesta rakyat tahunan “Bau Nyale” tahun 2011 yang rangkaian acaranya dimulai sejak tanggal 21 Februari 2011 berakhir pada Rabo dinihari, 23 Februari. Sebelum acara puncak, pada sore harinya dilakukan upacara “Menyisik”, yang oleh masyarakat Jerowaru merupakan panggilan kepada cacing laut yang disebut “Nyale” itu untuk menepi ke pinggir laut. Upacara “Menyisik” ini dihadiri oleh ribuan masyarakat segala usia yang tumpah ruah sejak siang harinya di Tampah Boleq, Pantai Kaliantan, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru. Kepala Dinas Budpar Lombok Timur, Drs. H. Gufranuddin, M.A. yang melepas arak-arakan peserta upacara “Menyisik” menghimbau agar masyarakat dan pengunjung menjaga keamanan dan ketertiban agar pesta rakyat “Bau Nyale” berjalan sukses. “Untuk memajukan sektor pariwisata, maka diperlukan suasana yang aman dan tertib. Kunjungan wisatawan akan meningkat jika sebuah objek wisata terpelihara keamanan dan ketertibannya. Mustahil wisatawan akan datang ke objek wisata yang rusuh”, katanya. Upacara “Menyisik” yang berakhir menjelang senja tersebut, akhirnya ditutup oleh Camat Jerowaru, M. Juaeni Taofik, M.Si. Di tempat yang sama pada sore harinya digelar pertandingan perisaian antar pepadu se Lombok. Meskipun beberapa kali hujan sempat turun di arena pertandingan, tidak menyurutkan semangat para pepadu untuk terus bertarung. Sorak sorai ribuan penonton menyemangati jagoannya, membuat para pepadu semakin bersemangat untuk berlaga. “Justru hujan ini yang ditunggu-tunggu. Karena ini menandakan tangkapan nyale akan melimpah”, kata salah seorang pengunjung. Acara peresean yang tidak selesai pada sore hari itu, akhirnya dilanjutkan pada malam harinya hingga tengah malam, karena antusias para pepadu dari berbagai penjuru Lombok untuk memeriahkan acara “Bau Nyale” tersebut.Pada malam penutupan pesta rakyat “Bau Nyale” di Kaliantan, Lombok Timur tersebut, masyarakat dihibur berbagai kesenian, antara lain Cilokaq, musik dangdut, band, teater Putri Mandalika dan terakhir pertunjukan wayang kulit hingga pagi hari. Dalam sambutan penutupannya, Bupati Lombok Timur—M.Sukiman Azmy, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Budpar Lotim—Drs.H.Gufranuddin, M.A., mengatakan pentingnya pelestarian budaya daerah sebagai asset yang tak ternilai harganya. “Pemerintah mendukung sepenuhnya serta mengapresiasi usaha-usaha pelestarian budaya lokal seperti event Bau Nyale ini”, tegasnya. Dukungan Pemerintah akan terus dilakukan dalam setiap event budaya yang bertujuan untuk melestarikan tradisi dan budaya luhur bangsa yang tengah tergerus roda zaman globalisasi yang serba canggih saat ini, tambah Bupati. Lebih jauh Bupati Lotim memaparkan bahwa pelestarian budaya meliputi usaha-usaha untuk menjaga dan melestarikan agar hasil-hasil budaya yang ada tetap hidup dan tidak hilang atau rusak. Kemudian, usaha pegembangan budaya dilakukan untuk menghasilkan mutu yang meningkat dan memperluas khazanah budaya, yang akhirnya budaya dapat pula dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti untuk menunjukkan citra identitas suatu suku bangsa, untuk pendidikan kesadaran budaya, dan untuk dijadikan daya tarik wisata. Meskipun secara resmi Bupati Lotim menutup acara Pesta Rakyat Bau Nyale Tahun 2011 sekitar pukul 21:00, namun tidak menyurutkan minat pengunjung untuk beranjak dari tempatnya. Bahkan, arus pengunjung yang memadati lokasi acara semakin ramai seiring dengan malam yang semakin larut. Diperkirakan jumlah pengunjung tahun ini menembus lebih dari dua puluh ribuan orang. (BUDPAR).
Pantai Kaliantan, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru—lokasi Festival Pesta Rakyat Bau Nyale di Lombok Timur.
SOURCE : Haji Gufran, Kadi Budpar, Lombok Timur. Info lengkap daftar hotel dan paket tour Lombok, hubungi Lombok Travelnet atau Klik www.lombokhotel.co.id
2010 merupakan even pariwisata terbesar di Pulau Lombok, setelah tahun lalu diadakan di Jogjakarta, tahun ini venunya di Santosa Villas and Resort, salah satu resor bintang 5 di kawasan pusat wisata Senggigi.
SETELAH sebelumnya Yogyakarta yang menjadi tuan rumah, tahun ini pelaksanaan Indonesia MICE (Meetings, Incentive, Conventions & Exhibitions) & Corporate Travel Mart (IMCTM 2010) akan digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 6 – 9 Mei 2010 mendatang.
Bertempat di Sentosa Villas and Senggigi Beach Resort, IMCTM 2010 yang merupakan acara tahunan berskala internasional ini diadakan dengan tujuan untuk mendukung program pemerintah yaitu Visit Indonesian Year.
“Program ini diadakan memang untuk membantu pemerintah dalam rangka menaikkan target kunjungan wisatawan mancanegara sekitar tujuh juta di tahun 2010, maka diharapkan IMCTM 2010 ini dapat mengakomodir promosi potensi MICE, khususnya dunia pariwisata di Indonesia,” ujar Panca Rudolf Sarungu selaku Ketua Penyelenggara IMCTM 2010 kemarin (10/3) di Jakarta.
Selain itu Panca juga menambahkan, Diestimasi IMCTM 2010 akan melibatkan 1.500 sesi bisnis atau meningkat 50 persen jika dibandingkan dengan IMCTM 2009 di Yogyakarta, karena bertambahnya jumlah pembeli (buyer) menjadi 200 orang. Dari daftar buyer tersebut 80 persen di antaranya merupakan korporasi lokal, sisanya berasal dari Australia, China, Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.
“Sedikitnya ada 150 pihak resor, tempat konvensi dan penyedia fasilitas MICE menjadi pihak seller yang bertemu dalam format one to one table top session dengan pihakbuyer,” lanjutnya.
Yang juga menarik pada pelaksanaan IMCTM 2010 ini adalah hadirnya Bali yang juga tidak mau ketinggalan turut ambil bagian.
Korporasi lokal Keikutsertaan Bali dalam IMCTM 2010 di Lombok mendatang, diharapkan mampu menarik wisatawan asing di tahun ini dengan target 2,1 juta orang. Keyakinan ini diperkuat karena tiap tahun tempat-tempat penginapan seperti hotel, resor, dan villa serta rumah makan dan agen-agen perjalanan di Bali kian marak.
Dibanding pelaksanaan tahun lalu di Yogyakarta, estimasi sesi bisnis yang terjadi akan menjadi 15 ribu atau meningkat sebesar 15% seiring dengan bertambahnya jumlah pembeli (buyer) menjadi 200 buyer. Dari daftar buyer tersebut 80% adalah buyer korporasi lokal, dan sisanya berasal dari Singapura, China, Malaysia, Korea Selatan dan Australia.
Terpilihnya Lombok untuk penyelenggaraan IMCTM tahun ini adalah sesuai kesepakatan pemerintah dan asosiasi INCCA (Indonesian Congress and Convention Association) bersama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melaksanakan komitmennya dalam rangka mendukung Pemda NTB untuk program Visit Lombok Sumbawa 2012.
